Santri Lirboyo Menjawab

Santri Lirboyo Menjawab
Majmu’ah Hasil Bahtsul Masa’il
Hlm : 407 x viii halaman
Ukuran : 16 x 24 cm
Cover : 310 Gr, Doff Spot
ISBN : 978-602-97112-1-9
Harga : Rp. 45.000,-
 
”Jawaban-jawaban dalam buku ini telah didiskusikan secara mendalam pada forum Bahtsul Masa`il. Sehingga, insyaAllah isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan sumber-sumber dari khazanah islam salaf.”
KH. A. Idris Marzuqi
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,
Musytasyar PBNU

”Sebagai majmu’ah bahtsul masa’il, buku ini dikemas dengan metode baru , tidak lagi asal menjawab pertanyaan sesuai nashshus su`aal. Namun disetai uraian latar belakang pertanyaan dan pertimbangan-pertimbangan jawabannya. Sehingga, buku ini bukan sekedar rangkuman jawaban atas berbagai pertanyaan fiqhiyyah, namun sudah merupakan buku utuh yang sangat pantas dibaca dan dinikmati.”
Dr. KH. Musthofa Bisri
Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang,
Wakil Rais Am PBNU

Buku ini memuat sekumpulan hasil kajian masalah kekinian yang merujuk pada referensi salaf (baca; kitab kuning). Forum kajian yang akrab kita sebut dengan ’Bahtsu Masa`il’. Sebuah forum diskusi ilmiah ala pesantren yang berakar dari tradisi lembaga Nahdlatul Ulama yang berasaskan ahl sunnah wa al-jama'ah.
Buku ini beda, sebab buku ini bukan sekedar tanya jawab. Dalam buku ini, latar belakang dan kronologi penetapan hukum dipaparkan dengan gamblang, dan disimpulkan dengan singkat, disertai dengan dalil dari al-Qur`an dan hadits. Tak lupa, referensi dari kitab-kitab salaf juga dicantumkan secara lengkap sebagai bahan kajian yang memadai.
 

Menembus Gerbang Langit

Menembus Gerbang Langit
Kumpulan Doa Salafus Shalih
Hlm : 193 + xxvi halaman
Ukuran : 10,5 x 16 cm
Cover : 230 Gr, UV
Harga : Rp. 17.500,-
Buku yang satu ini berisi kumpulan doa-doa keseharian. Memang, buku semacam ini telah banyak diterbitkan, namun buku terbitan Pustaka Gerbang Lama ini bisa dibilang beda. Buku ini di susun secara sistematis, sehingga memudahkan pembaca dalam membaca dan mempelajarinya. Selain itu, doa-doa yang tercantum dalam buku ini adalah doa-doa yang ma`tsur (sesuai pengajaran Rasulullah), atau para salafus shalih. Dengan begitu -sesuai dengan judulnya-, kiranya buku ini sudah cukup menjadi bekal dalam usaha mengetuk ‘Pintu Sang Khaliq’ dan 'Menembus Gerbang Langit’.


GERBANG ANDALUS

Gerbang Andalus
Kamus Istilah Nahwu
Hlm : 144 + xxiii halaman
Ukuran : 14 x 21 cm
Cover : 230 Gr, UV
ISBN : 978-602-97112-2-6
Harga : Rp. 20.000,
”Belajar ilmu agama merupakan kewajiban bagi umat Islam, ilmu mengenai al-Quran, Hadits, Tafsir, Fiqh, Tashawuf, dan tak terkecuali Ilmu Alat, yakni ilmu Nahwu dan Sharaf. Bahkan, Ilmu Nahwu merupakan bagian yang sangat penting dalam keilmuan Islam, karena ia menjadi kunci untuk membuka pintu ilmu-ilmu yang lainnya. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika kemudian Ilmu Nahwu dikenal dengan istilah Abul 'Ilmi (bapaknya ilmu).
Buku ini merupakan kumpulan istilah-istilah Nahwu berikut dengan keterangan dan contoh-contohnya. Semoga buku ini dapat menjadi kunci pembuka akan ilmu-ilmu lainnya, dan bermanfaat bagi kita semua.”
KH. A. Idris Marzuqi
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,
Musytasyar PBNU
Buku yang saat ini dalam genggaman anda, sang pembaca, merupakan buku yang memuat hampir semua istilah-istilah Nahwu mulai dari huruf Alif hingga Ya`. Dengan kemasan bahasa yang sederhana dan familiar bagi kalangan pesantren, menjadikan buku ini layak dimiliki oleh para santri, baik yang baru meniti tangga dasar ilmu Nahwu, maupun yang telah mencapai tingkatan lebih tinggi. Dengan membaca buku ini, diharapkan pembaca dapat mengenal istilah-istilah Nahwu, memasuki gerbang turats yang dahulu tersusun sistematis di negeri Andalus, sehingga akan lebih mudah dalam proses pendalaman Nahwu lebih lanjut.
 

Menjawab Vonis Bid'ah

Menjawab Vonis Bid’ah
Kajian Pesantren, Tradisi dan Adat Masyarakat
Hlm : 363 + xxii Halaman
Ukuran : 16 x 24 cm
Cover : 310 Gr, Doff Spot
ISBN : 978-602-97112-0-2
Harga : Rp. 50.000,-
 
“Bila para Aktifis Muda NU di dunia akademisi melakukan berbagai penelitian atas fakta semakin menguatnya ancaman gerakan Islam Transnasional di Indonesia yang telah begitu menggurita dan menggegerogoti ‘tubuh’ NU, bahkan mengancam kelanggengan NKRI, maka dari balik “tembok kokoh” Pesantren, para Aktifis Mudanya secara kontinyu menggelar telaah ilmiah dalam rangka mendialogkan berbagai budaya yang diperdebatkan kepada Syarî’at dengan tuntunan para Ulama terdahulu serta mensosialiasikannya ke tengah masyarakat.”
Prof. DR. KH. Tholhah Hasan
Musytasyar PBNU,
Mantan Menteri Agama RI

”Masih banyak masyarakat Muslim Indonesia masih ngugemi dawuh-dawuh para Sesepuh. Namun di sisi lain tidak sedikit yang berbalik arah tanpa tedeng aling-aling lagi berani menggugat ajaran para Sesepuh yang sudah tawaruts dari Wali Sanga, Ulama Mujtahid dan Rasulullah SAW beserta Sahabatnya.”
KH. Abdul Aziz Manshur
Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Jombang,
Ketua Umum HIMASAL PP. Lirboyo Kota Kediri

 “Dengan isinya yang meliputi berbagai budaya khas Nahdhiyin dan Pesantrennya, semisal Tahlilan, Mauludan, dan Tirakat serta berbagai budaya lokal lainnya seperti Adat Seputar Kehamilan dan Kelahiran, Adat Seputar Kematian, Adat Seputar  Pernikahan dan Lintas Adat, buku ini mengajak para pembaca agar dalam menyikapi berbagai tradisi  dan  adat masyarakat lebih mengedepankan cara-cara yang bijak dan bertanggungjawab serta kehati-hatian, tidak langsung antem kromo semaunya sendiri.”
K. Zahro Wardi
 Perumus FMPP Se Jawa -  Madura

Buku ini berisikan kajian yang mencoba mendialogkan budaya kaum khas Nahdliyin, seperti tahlil, mauludan, manaqiban, tawassul, ngalap berkah, dan lain sebagainya. Buku ini mampu membuktikan bahwa budaya Nahdliyin adalah budaya yang sarat dalil, bukan hanya tradisi nenek moyang tak berdasar. Ini bermaksud agar bisa menyikapinya secara bijak tanpa terburu-buru memvonis sesat, bid’ah, atau kafir pada sesama Muslim.
 

Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia
Bidang: Sejarah Nabi Muhammad Saw
Hlm : 660 + xxi halaman
Cover : Lux
ISBN : 975-602-97112-3-3
Harga: Rp. 100.000,-
 
”Sungguh dia datang dengan bahtera membawa air telaga Kautsar, mengulurkan tangan kasih sayang yang abadi. Beruntunglah atas manusia yang mau meneguknya karena itu pelita hati yang sejati.”
Al-Habib al-Mursyid M. Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya
Rais ‘Am Idarah Jam’iyyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah,
”Insya Allah apa yang tertulis dalam buku ini dapat dipertanggungjawabkan sesuai referensi yang ada. Buku ini layak untuk dimiliki siapa saja, karena buku sejarah ini mencantumkan suka duka perjuangan Nabi dan para sahabatnya. Dengan itu mudah-mudahan dapat menambahkan rasa cinta kita kepada beliau Nabi, serta menambahkan ketaatan kita kepada Allah Swt.”
KH. A. Idris Marzuqi
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,
 Musytasyar PBNU
Buku ini mencoba menghadirkan kisah perjuangan baginda Rasul dengan bahasa ringan dan lues, layaknya sebuah cerita novel. Keapikan pemaparan serta dukungan referensi yang valid menjadikan buku ini layak menjadi rujukan sejarah. bahkan, buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar situs sejarah dan peta, sehingga memudahkan pembaca merasakan setiap langkah perjalanan sejarah Rasul. Seakan pembaca berada di masa keemasan itu.
Buku ini telah melalui uji materi dan pengkajian mendalam selama dua tahun, di bawah bimbingan langsung al-Habib al-Mursyid M. Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Raîs ‘Âm Idârah Jam’iyyah Ahli Tharîqah al-Mu’tabarah, yang akrab dengan sebutan Habib Luthfi. Karenanya, banyak hal tentang sejarah yang mungkin tidak ditemukan di selain buku ini.
 

POTRET DAN TELADAN SYAIKHINA KH. ABDULLAH FAQIH

Para ulama' itu tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini. Meski raganya telah pergi namun segala petuahnya, keistiqomahannya dan apa saja yang dilakukannya akan menjadi teladan pedoman hidup, sehingga seakan tetap hadir selalu.
Pasca kepergian KH Abdullah Faqih, seorang ulama' sepuh pengasuh pondok pesantren Langitan Widang Tuban yang menjadi kiblat para ulama' nusantara juga menjadi titik balik masa depan bangsa ini, santri-santri pondok pesantren Langitan pun ingin agar sosoknya tetap menjadi idola dan figur istimewa dengan menerbitkan sebuah buku biografi yang bertajuk "Potret dan Teladan Syaikhina Kh Abdullah Faqih". Buku yang berisikan sirah (perjalanan hidup) singkat seorang Mbah Yai Faqih. Dimulai sejak masa kecil beliau, perjalanan Mbah Yai kecil saat menuntut ilmu sampai dengan Mbah Yai tumbuh dewasa dan menjadi figur panutan umat. Pun dalam buku ini beberapa pengantar putra-putra Mbah Yai juga sanak keluarga Mbah Yai, tentang bagaimana sosok Mbah Yai ini sangat dikagumi.
Buku profil yang menjadi persembahan khusus di 40 hari wafatnya Mbah Yai ini sudah cetak sebanyak dua kali. Pertama pada April 2012 tepat saat 40 hari wafatnya Mbah Yai. Dan cetakan kedua juga pada bulan yang sama, karena cetakan pertama yang laku terjual.
Dengan hadirnya buku ini, semoga barakah ulama' yang waliyullah ini akan selalu mengalir pada kita semua, sehingga kita bisa menapaki jalan lurusnya. Amiin.

Judul           : Potret dan Teladan Syaikhina Kh Abdullah Faqih
Penyunting  : Muhammad Hasyim & Muhammad Sholeh
Penerbit       : Langitan Book
Tebal hlm    : Vi + 251 hlm : 12x18 cm
Peresensi    : Adi Ahlu Dzikri

Mirror Kisah Para Pembela Sang Pembawa Risalah



Mirror 
Kisah Para Pembela Sang Pembawa Risalah

Dampar Mabahits Majmu'ah bahtsul masa'il


Dampar 
Mabahits Majmu'ah bahtsul masa'il

___

Menyibak Tabir Kiamat


Menyibak Tabir Kiamat


___

Term Syari'at dana Cita Kemaslahatan Sebuah Pengantar dalam Memahami Teori Kemaslahatan Hukum Islam




















Term Syari'at dana Cita Kemaslahatan
Sebuah Pengantar dalam Memahami Teori Kemaslahatan Hukum Islam



Mimbar Pesantren: Terjemah Khutbah Lirboyo























Mimbar Pesantren
Terjemah Khutbah Lirboyo

Jejak Sufi; Membangun Moral Berbasis Spiritual


JEJAK SUFI
Membangun Moral Berbasis Spiritualpenulis : Purnasiswa 2011 Pondok Pesantren Lirboyo
penerbit : Turats 2011 & lirboyopress
(xxii + 297 hlm. 15,5 x 23,5)
ISBN : 978-602-97403-3-2

Tasawuf sebagai salah satu disiplin keilmuan islam dinilai telah mampu memberikan keteduhan hati manusia dalam menjalani hidup. Oleh karenanya, buku ini hadir sebagi wujud urun rembuk generasi muda santri dalam mewarnai kajian keilmuan, utamanya dalam bidang tasawuf. Kajiannya yang komperhensif serta dikemas menggunakan bahasa yang mudah dicerna menjadikan buku ini layak untuk dimiliki dan dibaca.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;
“Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para pengkaji Tasawuf dan peminat kajian keislaman lainnya. Karena di samping isinya yang sarat dengan pendapat-pendapat ulama al salaf al sholih, bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham. Referensinya yang lengkap dan merujuk langsung pada kutub al mu'tabarah menjadikan isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan.”
KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)

“Saya menyambut baik hadirnya buku ini, tetapi apa yang dipaparkan dalam buku ini tidak akan memberikan banyak manfaat ketika hanya dipelajarai sebagai ilmu. Kiranya dalam konteks ini penting untuk direnungkan apa yang disabdakan Rasulullah “man izdâda ilman wa lam yazdad hûdan lam yazdad minallâhi illa bu’dan”.”
Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh (Ro’is Am PBNU)

“Kehadiran buku yang tengah kita baca ini diharapkan mampu menjadi jembatan agar lebih mudah memahami dan mengamalkan tasawuf dalam keseharian kita.”
Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siroj, MA. (Ketua Umum PBNU)


__

Jendela Madzhab; Memahami Istilah dan RUmus Madzahib al Arba'ah


JENDELA MADZHAB;
Memahami Istilah dan Rumus Madzahib Al-Arba’ah
penulis : Purnasiswa 2011 Pondok Pesantren Lirboyo
penerbit : Turats 2011 & lirboyopress
(xv + 226 hlm. 15 cm x 23 cm)

Hadirnya buku ini merupakan ikhtiar generasi pesantren membukakan jalan merintis pendalaman fiqh madzahib al-arba’ah bagi santri, pengkaji dan masyarakat yang berminat. Buku ini mengulas tentang kreatifitas ulama’ memprakarsai pembuatan istilah dan rumus dalam kitab-kitab kuning yan kemudian melahirkan kekayaan khazanah fiqh islam.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;
"Buku ini memang sangat layak untuk dibaca, karena di samping yang dibahas merupakan masalah-masalah wâqi’iyyah (realita), bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham. Referensinya dari pendapat ulama-ulama yang sejalan dengan akidah salaf al-shâlih pada kutub al-Mu’tabarah, menjadikan isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan."
KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)


__

Pencerahan Kitab Kuning; Jawaban dan Solusi Permasalahan Umat



PENCERAHAN KITAB KUNING;
Jawaban dan Solusi Permasalahan Umat
penulis : Purnasiswa 2011 Pondok Pesantren Lirboyo
penerbit : Turats 2011 & lirboyopress
(xii + 322 hlm. 15,5 cm x 23,5 cm)
ISBN : 978-602-97403-5-6

Buku ini dikemas sedikit berbeda dengan buku-buku hasil bahtsul masa-il yang telah beredar. Selain mencantumkan jawaban formal fiqhiyyah, buku ini disajikan dengan mengedepankan analisa dan nalar manhaji yang dimulai dari dalil telaah kaidah dan kontekstualitasnya. Hadirnya buku ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kaum muslimin umumnya.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;
“Buku ini memang sangat layak untuk dibaca, karena di samping yang dibahas merupakan masalah-masalah wâqi’iyyah (realita), bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham. Referensinya dari pendapat ulama-ulama yang sejalan dengan akidah salaf al-shâlih pada kutub al-Mu’tabarah, menjadikan isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan.”
KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)
“Setelah kami telaah, buku yang berisi kajian fikih hasil diskusi di forum bahts al-masa'il ini sangat layak dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Terlebih, buku ini menyajikan uraian dan penjelasan secara manhaji, tidak hanya sekedar jawaban singkat.”
KH. An'im Falahuddin Mahrus (Ra'is 'Am Lajnah Bahtsul Masa'il Lirboyo)

KADO SERAMBI; Panduan Praktek Dan Visualisasi Ibadah








KADO SERAMBI;
Panduan Praktek Dan Visualisasi Ibadah
penulis : Purnasiswa 2011 Pondok Pesantren Lirboyo
penerbit : Turats 2011 & lirboyopress
Buku 1 : x + 66 hlm.
Buku 2 : x + 58 hlm.
Buku 3 : x + 74 hlm.

Buku yang terdiri dari III (tiga) jilid ini menghadirkan sebuah paradigma baru. Menyajikan fiqh ibadah dengan teori dan bimbingan praktek melalui visualisasi gambar, mulai dari kajian thoharoh hingga merawat mayat. Sebuah usaha dari pesantren untuk memaksimalkan syi’ar islam agar lebih mudah dicerna dan dipahami oleh masyarakat luas.


____

Al Qur'an Kita; Studi Ilmu, Sejarah dan Tafsir Kalamullah






AL-QUR'AN KITA;
Studi Ilmu, Sejarah dan Tafsir Kalamullah
penulis : Purnasiswa 2011 Pondok Pesantren Lirboyo
penerbit : Turats 2011 & lirboyopress
(xxvii+291 hlm. 15,8 cm x 23,7 cm)
ISBN : 978-602-97403-4-9

Sebagai dasar pokok tuntunan kehidupan manusia, Al-Quran mengandung sejuta aspek yang membuat para ilmuan tertarik untuk mengkaji dan menguak rahasia yang terkandung di dalamnya. Buku ini coba menyuguhkan kajian ilmu Al-Quran dengan berbagai ragam pokok pembahasannya, mulai dari sejarah, otentisitas teks Al-Quran hingga aneka corak tafsir. Dengan sistem analisis yang runtut serta penggunaan bahasa yang lugas dan sederhana membuat buku ini layak untuk dibaca.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;
“Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para pengkaji al-Quran dan peminat kajian keislaman lainnya. Karena di samping isinya yang sarat dengan pendapat-pendapat para pakar ‘Ulûm al-Qur`ân dari kalangan ulama al-Salaf al-Shâlih, bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham.”
KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)

“Setelah saya telaah buku ini, saya mendapatkan kesan bahwa santri tamatan Lirboyo yang sehari-harinya bergelut dengan kitab kuning, ternyata mampu untuk menuliskan buah karya ilmiah yang tidak kalah dengan teman-teman mereka yang ada di perguruan tinggi. Begitu juga dengan gaya bahasanya. Kajian dalam buku ini juga menukik tajam. Ada kajian perbandingan. Referensi yang digunakan juga cukup bagus dan mantap yaitu gabungan antara mashâdir qadîmah (kitab-kitab turâts) dan hadîtsah (masa kini). Inilah yang saya banggakan.”
Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. (Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an/ IIQ Jakarta & Pengasuh Pon. Pes. Dar Al-Qur’an Cirebon)

“Buku ini mencakup tema pembahasan yang komprehensif. Deskripsinya baik, pembaca awampun akan dapat dengan mudah memahami konsep-konsep dasar studi al-Quran.”
Prof. Dr. KH. Zamakhsyari Dhofier, MA. Ph.D. (Rektor Universitas Sains Al-Quran/ UNSIQ Wonosobo Jawa Tengah)

“Sebagai sebuah buku dasar, buku ini sangat layak untuk menjadi bahan bacaan, bukan hanya untuk siswa madrasah tetapi juga untuk mahasiswa khususnya mereka yang ada di Perguruan Tinggi Islam. Sungguh di luar dugaan, ternyata madrasah yang secara fisik berpenampilan konservatif-tradisional, jauh dari penampilan modern sebagaimana siswa Madrasah Aliyah yang menjadi andalan Kementrian Agama, ternyata mampu menghasilkan karya yang patut dibanggakan.”
Dr. H. Abu Hafsin, Ph.D. (Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah & Dosen IAIN Walisongo Semarang)

Monolog Cinta: Menyatakan Cinta Kepada Cinta


Monolog Cinta, Menyatakan Cinta pada Cinta
penulis : M. Marzuki
Penerbit : PARAFRASA 2012
108 + xviii halaman; 16.5 x 21.5 cm
ISBN: 978-602-18253-1-0

Berikut satu lampiran yang menggambarkan isi buku ini:

Seorang gadis mengirim surat ke sebuah majalah terkenal. Gadis tersebut sangat cantik dan sangat populer di lingkungan sekitarnya. Karena dianggap unik, majalah terkenal tersebut lalu memuat tulisan itu dengan judul "Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan pria kaya?". Demikian isi surat gadis cantik tersebut:

Maaf jika sedikit menyindir, tetapi saya hanya mencoba jujur dengan apa yang saya pikirkan selama ini. Saya berumur 25 tahun, sangat cantik, dan punya selera fashion yang sangat bagus. Saya ingin menikah dengan seorang pria yang berpenghasilan minimal 500 ribu dollar per tahun.
Anda mungkin berpikir saya matre, tetapi persyaratan yang saya ajukan tersebut sebenarnya sangat wajar. Tahukah Anda jika penghasilan 1 juta dollar per tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York? Saya hanya mengajukan syarat separuhnya sehingga saya kira cukup masuk akal.

Adakah diantara pembaca majalah ini yang punya penghasilan minimum 500 ribu dollar per tahun? Apa kalian mau menikah denganku? Yang ingin saya tanyakan ialah apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti Anda?

Pria terkaya yang pernah kencan dengan saya hanya berpenghasilan 250 ribu dollar per tahun. Saya yakin Anda tahu, penghasilan segitu tidaklah cukup untuk hidup di pemukiman elit City Garden, NewYork.

Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan di mana saya bisa bertemu pria lajang kaya? Pria umur berapa yang harus saya cari? Kenapa kebanyakan istri orang-orang kaya hanya berpenampilan 'standar'? Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan 'tidak menarik', tetapi mereka justru mendapatkan pria kaya.

Bagaimana cara Anda, para pria kaya, mengambil keputusan siapa yang kelak menjadi istri dan siapa yang hanya pantas menjadi pacar?

(Si Cantik)

Tidak disangka, tulisan yang berisi banyak tantangan tersebut ditanggapi oleh banyak pria kaya dengan serius. Di bawah ini adalah balasan dari seorang pria kaya yang bekerja di Finansial Wall Street:

Saya sangat bersemangat saat membaca surat Anda. Saya rasa banyak gadis di luar sana yang punya pertanyaan sama dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi yang Anda alami, tentunya dari sudut pandang seorang profesional. Penghasilan saya per tahun lebih dari 500 ribu dollar, sesuai dengan syaratmu, jadi saya tidak main-main dengan balasan saya ini.
Menurut saya, jika dipandang dari sisi bisnis, menikahi Anda adalah sebuah keputusan yang salah. Jawabannya mudah, Saya akan coba menjelaskannya.

Saya menarik kesimpulan bahwa Anda telah menempatkan "kecantikan" dan "uang" adalah dua hal yang sederajat, di mana Anda mencoba menukar kecantikan dengan uang. Pihak A menyediakan kecantikan dan Pihak B membayar untuk itu, hal yang masuk akal. Tetapi, ada masalah besar di sini, yaitu kelak kecantikan Anda akan hilang. Faktanya, penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tetapi Anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun. Dan sebagai seorang pebisnis saya tidak akan merelakan uang saya hilang tanpa alasan yang jelas.

Jika dipandang dari sudut ekonomi, saya adalah aset positif yang selalu meningkat dan Anda adalah aset negatif yang selalu menyusut atau liabilitas. Bahkan, saya bisa berkata bahwa penyusutan aset yang Anda miliki bukan hanya penyusutan normal, tetapi penyusutan eksponensial. Jika Anda menganggap kecantikan sebagai aset, tentunya nilai Anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang.

Setiap aset selalu memiliki nilai tukar. Kecantikan Anda juga memiliki nilai tukar. Berdasarkan aturan yang kita gunakan di Wall Street, jika nilai tukar sebuah aset selalu turun maka aset tersebut harus segera dilepaskan. Menyimpan aset menurun dalam jangka waktu lama adalah ide yang sangat buruk. Maaf jika terdengar kasar, tetapi semua pria kaya tahu bahwa setiap aset dengan nilai depresiasi besar harus segera dijual atau setidaknya "disewakan".

Anda seharusnya tahu bahwa pria dengan penghasilan lebih dari 500 ribu dollar per tahun pasti bukanlah pria bodoh. Kami mungkin mau berkencan dengan Anda, tetapi tidak untuk menikahi Anda. Saya menyarankan agar Anda melupakan saja ide untuk mencari cara menikahi pria kaya. Lebih baik Anda menjadikan diri Anda orang kaya dengan pendapatan lebih dari 500 ribu dollar per tahun. Hal ini lebih bagus daripada mencari pria kaya bodoh yang mau menikahi Anda.

Mudah2an balasan ini dapat membantu. Jika Anda tertarik dengan servis "sewa pinjam", silahkan hubungi saya.

(J.P. Morgan)** -----------------------------------------

Luar biasa sekali, jujur aku sangat kagum dengan pria yang membalas surat si cantik tersebut, sangat bijaksana dan jawabannya terlihat cerdas lugas dan tegas, sama kagumnya aku dengan gadis yang memberanikan diri untuk melabeli harganya sebagai standart lelaki yang dapat menikahinya, bisa kubayangkan bagaimana ekspresi wajah si gadis cantik itu ketika dia membaca surat balasan morgan.

Flash back, di zaman Rasulullah SAW dulu, ada seorang perempuan yang ‘menawarkan’ dirinya pada Rasulullah, dan Rasul-pun tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang hina atau tabu. Hanya saja, kini kita berada pada budaya yang masyarakatnya masih memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak etis, sehingga perempuan-perempuan Indonesia untuk persoalan jodoh lebih banyak berperan menunggu dibandingkan ‘mencari’.

Agar pernikahan bersemi dengan indah, maka dalam memilih jodoh hendaknya kita sangat mengutamakan ajaran Islam, seperti yang dipesankan Rasulullah SAW. “..lihatlah agamanya maka kalian akan mendapatkan semuanya…”. Dengan memiliki pasangan yang agamanya baik dan benar, maka rumah tangga kita akan menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah.

Akan tetapi harus diingat apabila ada seorang perempuan menawarkan dirinya secara terang-terangan, apalagi melabel dirinya dengan harga yang mahal pada lelaki merupakan sikap yang KURANG ahsan (etis).

“Penawaran itu sah-sah saja, manakala tidak secara langsung, misalnya lewat perantara pihak ketiga. Biar bagaimanapun kita berada pada masyarakat timur yang masih sangat memegang adat dan etika,”.

Jodoh, memang merupakan misteri kehidupan, karena untuk hal yang satu ini terkadang membuat seseorang sangat bimbang dalam menentukan keputusannya. Jangankan untuk menerima seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak, dalam persoalan mencari pacar saja terkadang masih terlalu banyak ‘kriteria’ yang dipakai.

Sampai-sampai kriteria yang dipasangpun sudah tidak memenuhi kriteria syar’i lagi, seperti : harus yang smart, tinggi, putih, cantik, ganteng, kaya, sarjana, dan lainnya. Tidak salah memang untuk memasang kriteria seperti itu, hanya saja menurut Nabi hendaknya kita tidak mempersulit diri untuk persoalan ini.

Persoalan fisik adalah titipan dari Allah SWT, kita tidak pesan sama Allah waktu mau dilahirkan! biar hitam asal hatinya putih, biar pendek asal akhlaknya tinggi, biar kurang ganteng asal taqwa, biar kurang cantik tapi sholehah. Lagi pula cinta kita jatuh pada siapa itu adalah URUSAN TUHAN, "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariKU" (Q.S. Taha: 39)
Proses untuk memperoleh jodoh yang baik juga menjadi ukuran. Menurut Islam, laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula) (QS. An Nuur: 26). Bisa diartikan bahwa jika kita seorang wanita yang baik maka kita akan mendapatkan suami yang baik, demikian sebaliknya.

Mendapatkan pasangan yang baik dapat diukur dengan niat kita untuk berumah tangga. Maksudku, kita harus benar-benar dalam kondisi keimanan yang prima saat ingin melaksanakan pernikahan dan ukurannya adalah niat berumah tangganya. Jangan sekali-kali berniat menikah saat niatnya belum lurus. Hal itu akan mempengaruhi hasil dari pasangan yang akan kita dapatkan.

Saat niat dan kondisi keimanan sudah prima maka silahkan berencana untuk menikah. Mulailah dari sekarang untuk menyusun strategi dan taktik agar mendapatkan pasangan yang sesuai dengan idealisme. Strategi dan taktik ini merupakan bagian dari proses yang harus dijalani secara Islami. Salah satu proses itu adalah ta’aruf (perkenalan), dalam proses ini harus dijalani secara ma’ruf. Agar proses ta’aruf menjadi ma’ruf, maka diperlukan KESABARAN yang cukup.

Ta’aruf (perkenalan) terkadang tidak menjadi jaminan kita akan langsung dapat menikah. Sekali gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi, meskipun mencobanya tetap pada orang yang sama :D demikian hingga akhirnya kita mendapatkan pasangan yang sebenarnya yang bersamanya kita dapat membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Jangan sia-siakan pernikahan, sungguh-sungguhlah dalam menggapainya. Hmm, seandainya di dunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia”. Rasulullah SAW pun berkata ‘Baiti Jannati”, rumahku syurgaku. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif. Tiap orang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Namun aku yakin kebahagiaan yang hakiki dapat kita peroleh hanya dengan jalan-Nya.

Uswah